header image
 

Ngaca pada buku

Ternyata saya tidak termasuk guru yang efektif, setidaknya ini menurut daftar isian yang diberikan oleh Vesna Nicolic dan Hanna Cabaj, damn kedua orang itu menelanjangi saya dengan daftar isian sebanyak 249 halaman. :P

Buku ini dibuka dengan pertanyaan ” Apakah saya mengajar dengan baik? ” pertanyaan sederhana , namun bisa panjang ceritanya kalau dikaitkan dengan kegiatan sertifikasi guru yang lagi marak belakangan ini. Dalam bab “ On The Road to Exellence Vesna mengutip pendapat Freeman tentang tingkatan guru seiring perkembangan pengalamannya dalam mengajar, Freeman berpendapat untuk guru novice akan berkutat dengan pertanyaan, “Apa yang akan saya ajarkan? … ini sich gue banget hehehehheh.

Sejalan dengan pengalaman mengajarnya akan timbul pertanyaan “Bagaimana saya mengajar?”, itu juga kalo gurunya mau ngaca… ngaca… ngaca. mudahan-mudahan eksplorasi dari pertanyaan itu terus berlajut dengan jawaban tentang aneka teknik, metode dan strategi yang jitu. Sejitu kode togel mbah google.

Nah tahap akhir akan sampai pada pertanyaan “Mengapa saya mengajarkan topik itu, dan mengapa dengan cara ini? “ sayangnya menurut Freeman tidak ada magic formula untuk menjawab pertanyaan itu. Masih diperlukan upaya panjang untuk terus memperbaiki diri.

Mungkin kalau digambarkan aku jadi seperti gambar ini :

nyair

Gambar diambil dari buku nya Vesna 

Mengajar masih gebyah uyah, disakompet daunkeun (sunda) semua siswa dianggap sama, sehingga apa yang diceritakan secara gamblang oleh Bang Tajib di sini memang sangat mungkin terjadi … Dah ach kalo anda mau mengisi Lembar kerja Guru yang 249 halaman itu silahkan di unduh disini ukuran filenya sekitar 8,61 MB.

Semoga

Ah akhirnya lahir juga ini tulisan. Cape juga rasanya setelah bergelut dengan ulangan umum, bagi raport siswa, kini saatnya bagi raport buat diri sendiri.
Entah kenapa, kalau awal tahun selalu ada percik permrnungan untuk kita semua. padahal tiap hari yang kita lalui adalah hari baru, minggu baru bulan baru dan tahun baru, yang ngak ada yang pamer istri baru kali ye :) .
Sebulan sudah rasanya belantara text tak kujamah dengan mesra. Maklum pemilik blog sedang sok sibuk hehehhehehe.
Oh ya hampir setahun saya nyampah di dunia maya, heheh ( ini sih mumpung belum ada undang-undang yang melarang membuang sampah sembarangan di blog hehehhehehe )
Setahun ini rasanya belum banyak yang bisa diambil manfaatnya lewat tulisan yang memang ngak bisa diharepin mutunya.
Biasa untuk ngeles ada slogan Isi diluar tanggung jawab percetakan heheheheh
Berbagai ucap semoga terlontar dalam berbagai acara dalam rangka menyambut tahun baru!
Nah dari saya semoga itu kurang lebih :

  • Semoga tahun ini keberkahan dan limpahan Rahmatnya tercurah untuk kita semua
  • Semoga tahun ini kita semua dapat berbuat lebih banyak untuk perbaikan umat
  • Semoga tahun ini bencana segera pergi dari tanah air tercinta
  • Semoga tahun ini rakyat tambah sejahtera
  • Semoga pemimpin kita dapat lebih bijak dari tahun lalu
  • Semoga pemimpin kita terlatih indra pendengarannya bukan cuma mulutnya
  • …… dan ribuan semoga yang tak pernah terucap

Mungkin anda juga punya sejuta semoga di tahun ini…. nah semoga…..

Perintah

Awalnya seorang penggede (I) cuman ngomong :” Saya berharap kegiatan ini dapat berlangsung dengan sukses. “
Trus harapan itu dijadikan nota dinas oleh penggede (II) yang tidak segede penggede (I) sebagai :
“Kegiatan ini harus sukses”. Nota itu akan dikirim dengan fasilitas radiogram ke seluruh penguasa di berbbagai daerah.
Penguasa di daerah membuat edaran kepada seluruh kepala penggede daerah yang isinya :
“Berdasarkan radiogram Penggede II dari pusat maka saya menginstruksikan saudara untuk turut serta mensukseskan kegiatan ini”.
Kepala penggede daerah akan memerintahkan bawahannya dengan jurus Pokoke ™ begimanapun caranya Pokoke ™ kegiatan ini harus sukses.
Tinggallah para kawula alit daerah yang berhubungan langsung dengan masyarakat kebingungan.
Seraya menunggu petunjuk dari para penggede, sebab kawula alit selalu diposisikan untuk ditunjuk, mereka merapal berbagai ajian hingga jurus terakhir.
Jurus apa yang harus digunakan…. haruskah menggunakan jurus yang terlarang itu…..

Masih tergiang ujaran sang Guru dulu ketika masih belum turun gunung :
:”Anak cucuku ingatlah pesan terakhir dariku, hari ini telah kuajarkan semua ilmu yang ada padaku, kini saatnya kalian turun gunung…jadilah orang yang berbakti pada nusa bangsa dan agama, dan ingat jangan gunakan jurus pamungkas itu kecuali kalau memang benar-benar terdesak….”.
busss asap mengepul dan sang Gurupun menghilang…
Tinggallah perang bathin antara kebenaran dan kebohongan…… mana yang akan di pilih, semoga norma masih mampu membatasi pilihan kita…

“Eistein aja Menolak UN”

Sebuah komentar tulisan muncul di posting berjudul Menjelang UN Lagi dan Lagi, dari seorang kawan di Riau, setelah di baca nampaknya lebih bagus ( sungguh lebih bagus dari tulisan saya :) ) kalo diangkat jadi posting aja, silakan disimak:

“Eistein aja Menolak UN”
Oleh : Ali PUllaila
SMA N 1 Rambah Pasirpengarayan
Kab. Rokan Hulu Prop. Riau

Seandainya saja Einstein masih hidup mungkin saja dia berada pada barisanpaling depan demonstrasi siswa yang menolak ujian nasional (UN). Rencanapenambahan mata pelajaran yang akan diujikan dalam ujian nasional (UN) tingkatSMA dan SMP pada 2008 mendapat respons negatif. Penolakan justru datang darisiswa yang akan menjadi peserta dalam UN mendatang.

Kemarin (2/11) ratusan siswa dari berbagai SMA di Jakarta berunjuk rasa di depan kantor Depdiknas. Mereka menolak kebijakan yang dinilai semakin memberatkan itu. Mereka mengkhawatirkan akan banyak siswa yang tidak lulus UN. ”Tiga (mata pelajaran) saja sudah berat apalagi enam,” teriak siswa. Bayangbayang ketidaklulusan tersebut semakin nyata ketika pemerintah juga berencana menaikkan standar kelulusan dari rata-rata 5 menjadi 5,5.

Pemerintah memang berencana menambah mata pelajaran yang diujikan dalam UN 2008. Selama ini, mata pelajaran yang diujikan adalah bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan matematika. Di tingkat SMP, mata pelajaran hanya berubah menjadi empat, yakni ditambah IPA. Di tingkat SMA, mata pelajaran UN menjadi enam dengan penambahan berbeda-beda di kelas IPA dan IPS. Untuk IPA, akan ditambah fisika, biologi, dan kimia, sedangkan IPS ditambah sosiologi, geografi, dan ekonomi.

Khusus SMK diperbolehkan menambah mata pelajaran sesuai dengan spesialisasi yang ada di sekolah tersebut. Kepala Pusat Informasi dan Humas Depdiknas Bambang Wasito Adi mengatakan, keputusan pemerintah tentang penambahan mata pelajaran tersebut sudah final. ”Tinggal menunggu permendiknas yang sedang digodok,”. Rencana penambahan mata pelajaran UN dari tiga menjadi enam mata pelajaran, menurut Bambang, merupakan upaya pemerintah untuk selalu konsisten mengukur hasil pendidikan. Hal itu juga mengakomodasi mata pelajaran lain yang dinilai penting. Penambahan tersebut, lanjut dia, tidak perlu ditakuti siswa. Sebab, materi yang akan digunakan dalam UN sama dengan materi dalam ujian akhir sekolah (UAS).

Einstein dan UN

Hari Guru

Kang Biho mengingatkan saya tentang hari guru, walaupun telat ya sekedar ngingetin aja deh saya cuplik sajak guru aja dech di halaman sebelah,

“Sejuta batu nisan
guru tua yang terlupakan oleh sejarah.
Terbaca torehan darah kering:
Di sini berbaring seorang guru
semampu membaca buku usang
sambil belajar menahan lapar.
Hidup sebulan dengan gaji sehari.
Itulah nisan tua sejuta
guru tua yang terlupakan oleh sejarah,”

pas banget hanya buku tua plus blog yang mampu saya baca, ilmu usang yang terus diulang… denger pidato perwakilan PGRI di hadapan pak SBY kok rasanya jadi utopis banget…. meski demikian tetap semangat……

Buku ya ngak berdosa

Lama ngak posting, jauh dari hiruk pikuk dunia blog… diasingkan di puncak berkutat dengan persoalan yang masih itu-itu juga sosialisasi KTSP. Hari gini masih so(sial)isasi! Apa mau dikata memang itu tugas tambahan… meski harus ditebus hilangnya kesempatan ngerjain murid hehehehe.

Ini cerita tentang beberapa bulan lalu ketika mendadak boss disekolah menerima surat sakti mandraguna dari Jaksa Agung nomor Ins-003/A/JA/2007 tumben kok sekolah menerima surat sesakti itu. Pelan kubaca itu surat… oh soal buku, iya soal buku yang harus dimusnahkan… bergegas aku pergi ke ruang guru untuk mengumpulkan buku-buku luput ngak ada guru yang mau ngasih bukunya. Ach cari di perpustakaan sekolah dapat beberapa buku peninggalan almarhum teman sejawat, tapi masa iya buku peninggalannya mau dimusnahkan…. cari ke siswa jelas ngak ada yang bawa punya wong jangankan buat beli buku buat biaya hidup sehari-hari saja sudah sulit….

Ketika kecil tentu kita pernah mendengar bahwa buku adalah gudangnya ilmu, ya GUDANG ilmu… baca adalah kunci pintu gudang ilmu… lho kok sekarang gudangnya malah dibakar…. wah kalo gudangnya dibakar lantas kemana lagi dong kita mencari ilmu. Trus apa manfaatnya membakar gudang ilmu.

Trus apa ngak ada yang protes jelas ada hanya ya itu protesnya guru biasanya dengan diam… termasuk saya.

Thx to :

Antobilang untuk banner yang dicomot tanpa ijin

Pahlawan ya tanpa tanda jasa

Beuh sekedar ingin mengenang para pahlawan yang tanpa tanda jasa itu. 10 November disepakati sebagai hari Pahlawan… Rutinitas pengerahan massa ditujukan ke taman makam pahlawan di berbagai kota. Mulai dari anak sekolahan sampai para veteran semua merenung, tuk mengingat para jasa dan pengorbanan mereka yang gugur di medan perang. Tapi apa iya hanya yang gugur di medan perang…. lalu …..

lalu……

Blog Guru

Terkait dengan komentar pak Dedi tentang upaya penghargaan buat kalangan guru yang suka ngeblog, saya pribadi bingung soal kriteria blog guru yang baik itu bagaimana….

Tapi mungkin bagus juga kalau pada hari Guru yang biasa diperingati tiap tanggal 24 November, diadakan semacam lomba ngeblog antar guru, kriteria yang sempet kepikiran adalah :

eng ing eng

Kelasku

Pagi ini Bogor cerah sekali, sepi senyap menyergap kelas yang khusyu berdo’a menjalang hari baru dengan pelajaran baru. Kelas nampak tertib seperti biasa. Kubuka pelajaran dengan basmallah, cerita tentang asam basa kuawali dengan sedikit pengantar. Mata ceria anak berbinar ketika kubagi mereka dalam kelompok kecil, mereka tahu ini saat asyik dengan percobaan sederhana tentang asam basa.

Jahe dan kunyit diparut, daun ditumbuk, lalu dilarutkan dalam alkohol, dalam masing-masing tabung reaksi. Masing-masing kelompok dapat enam tabung reaksi, dua untuk larutan jahe, dua untuk larutan kunyit, dan dua untuk larutan daun. NaOH

iseng-iseng

 

Ngak bisa tidur iseng-iseng ngisi quiz disini, tentu dengan jawaban yang membohong hehehhee

hasilnya :

What Kind of Blogger Are You?

pasti bohong hehehhe