Aperture

•September 15, 2008 • 40 Komentar

Bah mahluk apa lagi tuh??? Tulisan saya sebelumnya tentang Belajar Motret, dilajut ya.

Ok kamera anda pasti memiliki mode Aperture Priority, ada yang menulisnya sebagai A atau AP ini merupakan hal penting dalam dunia potret memotret, nah aperture sendiri merupakan luas lubang pada lensa tempat masuknya cahaya, kalau di gambarkan kira-kira seperti ini

Nah bagian bolong Lanjuuut mang

Belajar Motret

•September 9, 2008 • 24 Komentar

Motret memang mengasikan, berbagai kejadian yang lewat hanya sepersekian detik bisa kita abadikan dengan alat yang cukup sedrhana untuk ukuran sekarang. Kamera digital yang kian hari kian murah kayaknya bakal menjadi wabah baru di dunia gadget, Boss Mbel sudah menggunakan lumix untuk alat potretnya.

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam memotret:

Pencahayaan, intensitas cahaya yang masuk ke sensor dapat diatur dengan :

  • Pengaturan bukaan lensa ( diafragma ) pada kamera ditunjukan dengan bilangan f, bilangan f berbading terbalik dengan banyaknya cahaya yang masuk ke dalam sensor, semakin besar bilangan f semakin kecil bukaan rananya sehingga intensitas cahaya yang masuk kedalam sensor semakin sedikit,
  • Lamanya waktu ketika rana terbuka ( shutter speed ), tentu semakin besar angka shutter speed semakin banyak cahaya yang masuk ke sensor

Sensitifitas Sensor, sensitifitas sensor tidaklah sama dengan sensitifitas mata kita, hal ini menyebabkan warna yang timbul hasil jepretan kita tidak sama dengan warna yang kita lihat, contohnya mata kita melihat warna langit biru, ketika kita jepret ternyata hasil jepretan langitnya terlihat putih. Untuk mengakali hal ini bisa dilakukan dengan cara : memakai filter, atau kita memotretnya di pagi hari atau sore hari. Lanjuuut

Linux rasa Mint

•Mei 16, 2008 • 39 Komentar

Reda juga pekerjaan yang bertumpuk , ach nikmatnya……

Saat kembali ke oprak oprek, yang dioprek apalagi kalo bukan notebook jadulku, yang senantiasa setia menemani saat kesibukan mendera, udah lama juga sebenernya didalam notebook jadulku ini bersemayam sisop gratisan dan dijamin halal, Linux Mint, diinspirasi oleh tulisan imam bocor alus te em yang lagi kesengsem dengan rasa apple. Apple emang menggiurkan boss, tapi Linux menggairahkan hehehehhe.

Mint

lanjuttt

Harapan di hardik(nas)

•Mei 2, 2008 • 21 Komentar

Oh Ibu dan ayah,

selamat pagi

Kupergi belajar samapai kan nanti

selamat belajar nak penuh semangat

rajin lah selalu tentu kau dapat

hormati gurumu sayangi teman

itulah tandanya kau murid budiman

ps : aku lupa sapa yang ngarangnya???

Lama ngak nulis

•April 26, 2008 • 21 Komentar

Maaf teman-teman lama ngak nongol

SELAMAT PAGI

pagiini

Kisah (tidak) Nyata

•Maret 25, 2008 • 19 Komentar

Pak Harun guru Budi, Budi adiknya Wati, Budi kakak Iwan.
Waktu berjalan cepat hingga suatu saat Pak Harun ditatar tentang sebuah paradigma baru dalam pelaksanaan pembelajaran yang berbasiskan kompetensi. Ya kompetensi yang konon menurut penceramah memiliki tiga aspek yang terangkum dalam satu tindakan nyata.

Akal, hati dan tangan, adalah tiga pilar penopang utama sebuah kompetensi. Akal  empatnya kreatifitas, ide dan gagasan bermunculan. Hati adalah kendali untuk mengekang semua ide-ide yang mungkin liar, dari tangan lahir berbagai aktifitas dalam bentuk karya nyata.

Oh ya kali ini Pak Harun mendapat tugas untuk membelajarkan peserta didik tentang :
” Menganalisis pers yang bebas dan bertanggung jawab sesuai kode etik jurnalistik alam masyarakat demokratis di Indonesia.”


setidaknya kalimat diatas tercantum secara eksplisit, dalam sebuah dokumen negara yang bernama kurikulum.
Tugas pak Harun adalah mengejawantahkan kompetensi dasar tersebut kedalamkegiatan belajar di kelas.
Pendek cerita Pak Harun memberi Tugas kepada siswa untuk membuat sebuah tulisan di media massa baik itu lewat media SMS maupun kolom pikiran pembaca. Tidak kurang dari 400 siswa melaksanakan tugasnya dengan baik. Media massa kebanjiran SMS dan pikiran pembaca yang baik yang berbentuk kritik terhadap pemerintah maupun pujian kepada pemerintah.
Sayangnya mungkin ada pihak yang merasa dirugikan oleh tindakan Pak Harun, sehingga konon menurut kabar burung pak harun sempat dipanggil oleh paman Patih, untuk  mimintai keterangan soal belajar mengajar, paman Patih berang, hingga memerintahkan pak Harun untuk sowan ke berbagai media yang dikirimi tugas para siswa supaya membatalkan penayangan berita atau kolom pikiran pembaca.

Tak hanya paman Patih yang berang, seprti biasa kalau paman Patih berang, Juragan Adipati juga ikut berang hasilnya Pak Harun di interogasi Juragan Adipati, Pak Harun bingung, apa yang harus dilakukannya. Nah mungkin dari teman-teman yang kesummon oleh kisah fiktif tanpa dasar dan ngak bisa dipertanggung jawabkan ini ada yang bisa membantu pak Harun ???

Ah ini hanya Sepenggal ingatan melayang kesaat belajar membaca di Sekolah Dasar.

Ps : Nama dan tempat hanya fiktif belaka

Kode Etik

•Maret 5, 2008 • 34 Komentar

Menyambut tulisan bang Aip soal sumpah guru, saya jadi pengen malu, sebagai guru yang belum tersertifikasi, masih bego soal kode etik guru, thanks bang dah ngingetin.

Rasanya ketika wisuda dulu dari sebuah padepokan Guru di republik tercinta ini, soal kode etik ini selalu didengungkan dalam suasana syahdu, ketika prosesi wisuda yang masih sakral saat itu seorang wisudawan terbaik, membaca kode etik ini didepan senat guru Besar, kami mengikutinya seperti murid saat pembacaan naskah Pancasila.
Berikut ini hasil kopi pasti dari sini

” Guru Indonesia menyadari, bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa , Bangsa, dan Negara, serta kemanusiaan pada umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada Undang-undang Dasar 1945, turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Oleh sebab itu, Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar-dasar sebagai berikut :

  1. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. duh kalo dilihat berapa banyak ya dari kita yang berjiwa Pancasila
  2. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional. jujur dan profesional sampai saat ini masih jadi impian para guru, apa bener kalo udah tersertifikasi itu yang disebut guru profesional ???
  3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan. yang ini sih pasti
  4. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar-mengajar. kenapa ya masih banyak kekerasan terjadi di sekolah atas nama pembinaan??
  5. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. ini sangat perlu dan harussss
  6. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatan mutu dan martabat profesinya. keknya harus nanya komunitas open source nih
  7. Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial. kalo bukan guru yang mikirin guru lantas siapa lagi yang mau mikirin nasib guru
  8. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. kalo sekarang sich dah banyak kayaknya ngak hanya PGRI
  9. Guru melaksanakan segala kebijakan Pemerintah dalam bidang pendidikan. kalo ngak mau opsinya harus nyebrang ke negri jiran … heheheh

Kalo kode etik diatas dilanggar kira-kira sangsi apa ya yang didapatkan??? dicap mal praktekkah ??? kalo gitu kayaknya masih banyak yang mal praktek dech ….

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.