Kontrasnya Bisu

Tadi pagi sebelum berangkat, saya menyempatkan diri nonton tv, kebetulan tv tersebut menayangkan acara bedah editorial, ada hal yang menarik perhatian saya mengenai

“SEKITAR 1.000 anggota DPRD seluruh Indonesia hadir di Jakarta. Mereka menggelar rapimnas di sebuah hotel bintang lima. Tujuannya bulat: menolak revisi PP 37/2006.”

“Rapimnas anggota DPRD yang tergabung dalam Adkasi (Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia) dan Adeksi (Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia) bertujuan melawan revisi. Mereka menolak mengembalikan uang rapel yang sudah diterima karena menganggap sah menurut hukum.” [Editorial Media Indonesia 13 Feb 2007]

Untuk selengkapnya baca aja dech disini.

Pindah channel tv, Menkes sedang wawancara menegenai sebuah karya anak bangsa dalam bidang teknologi penjernihan air, yang digunakan untuk menyuplai air bersih bagi para korban bencana alam. Rasa salut dan bangga secara khusus saya sampaikan kepada para ahli dari ITB yang telah merancang alat tersebut dengan harga yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan produk sejenis buatan luar negeri. Alat itu bisa mengubah air berlumpur sisa banjir menjadi air dengan kualitas siap minum.

 

Pindah lagi channel tv, berita duka rupanya masih diderita oleh para korban banjir di ibu kota dan sekitarnya.

 

Entah mengapa, tiba-tiba di kepala saya muncul sebait syair lagu lawas :

Sombong melangkah di istana yang megah,

Seakan meludah di atas tubuh yang resah,

Ribuan jerit di depan matamu,

Namun yang kutahu,

Tak terasa menggangguuuuuuuuuuuu

 

Setelah di ingat-ingat, oh itu potongan lagu Iwan Fals “Kontrasnya Bisu”

~ oleh kangguru pada Februari 13, 2007.

13 Tanggapan to “Kontrasnya Bisu”

  1. Sempat yah, ngajar berapa jam pelajaran bos hari ini?

    Hari ini jadwalnya, siang ngajar pagi ngeblog heheheheheh

  2. Ngenes pak guru…

    Guru menangis lihat anak didiknya ngak punya nurani

  3. Iya itulah pak yang terjadi dengan bangsa kita ini.

    Buat apa ada pemerintah, kalau hidup terus-terusan susah…. (Sair lagu Iwan Fals)

  4. 1000 DPRD yang menolak itu waktu sekolah sering ketiduran Pak.
    Jangan-jangan mereka itu di kotanya masing-masing, suka ngancam wali murid kalo rapor anaknya banyak merahnya.

  5. Kelihatannya para anggota DPRD ini masih memikirkan kantongnya sendiri bukan untuk masyarakat banyak,jika di jumlah besaran 110 juta rupiah sebulan uang tunjangan komunikasi ini bisa untuk dimanfaatkan beberapa orang dari pada untuk dia sendiri, benar-benar memalukan !!!

  6. Saya kira mo bantuin ngebersihin sampah jakarta pak. Dasar anggota itu. Ngomong-ngomong anggota apa sih mereka pak..??😀

  7. DPR=Dewan Penindas Rakyat

  8. AKu juga ngak ngerti kumaha mereka bisa jadi anggota DPR. Daripada gitu mending milih para guru jadi wakil rakyat, cuma juragan guru jadi wakil rakyat di DPR siapa yang ngajar anak-anak yah? yang pasti jangan gantian sama yg demo itu yah!

  9. salah satu dari kita pasti punya hati atau punya otak, tapi kalau anggota dewan yang tidakterhormat itu tidak punya dua-duanya.

  10. itu bisa jadi adalah modus operandi baru korupsi 12di indonesia. jika cara penambahan kekayaan para penguasa secara ilegal (korupsi) mulai di jegal dengan RUU TIPIKOR, maka mereka juga sesegera mungkin membuat strategi baru untuk berkorupsi secara legal.

  11. waaahhhhh, kok comment saya ilang ya, masak sih dianggap spam. Dasar mesin lu askimet, gak tau mana orang baik mana jahat.

    Ato jangan jangan itu kerjaan orang yang tersinggung sama comment saya disini ya KangGuru (koruptor red)

  12. ya saya koruptor pak, suka pake kapur berlebihan, dan suka telat masuk kelas hehehheheh

  13. Alangkah baiknya bila kang-guru daftarkan postingan ini di
    http://muhshodiq.wordpress.com/2007/02/28/pendaftaran-%e2%80%9ctop-posts%e2%80%9d-jan-feb-2007/
    pada kategori Responsive dan kategori lainnya yang relevan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: