Jangan Biasakan….

seorang teman lama mengirimi saya sebuah tulisan yang cukup untuk menohok program layanan yang di berikan sekolahku,

judul tulisannya :

Jangan Biasakan Anak Kita Menggunakan Barang Curian

dan ini hasil copy pastenya :

TIK di Sekolah
Menurut standar kompetensi dan kompetensi dasar yang diterbitkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada jenjang SMP/MTs dan SMA/MA, bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

1. Memahami teknologi informasi dan komunikasi
2. Mengembangkan keterampilan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
3. Mengembangkan sikap kritis, kreatif, apresiatif dan mandiri dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
4. Menghargai karya cipta di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Harus diakui, penerapan mata pelajaran TIK disekolah sangat identik dengan komputer. Sehingga dapat dikatakan bahwa pada implementasinya, mata pelajaran TIK adalah mata pelajaran yang isinya mengajak siswa disekolah untuk belajar mengembangkan keterampilan untuk memanfaatkan komputer. Lebih jauh lagi, mata pelajaran ini menjadi sangat bertitik berat pada praktek penggunaan komputer, sehingga siswa seolah-olah akan diarahkan untuk menjadi pengguna komputer. Sedangkan teknologi informasi dan komunikasi bukan hanya komputer, didalamnya termasuk teknologi komunikasi yang lain, misalnya teknologi sellular, satelit, TV kabel dan lain-lain. Walaupun teknologi-teknologi komunikasi yang disebutkan bukan merupakan prioritas, tetapi sebaiknya juga diperkenalkan kepada siswa, minimal secara prinsip atau sebagai pengetahuan pengayaan pada mata pelajaran TIK.

Kurikulum mata pelajara TIK tidak membatasi software apa yang digunakan dikelas. Secara teknis, guru maupun pihak sekolah diberi kebebasan untuk memilih software yang dijadikan media pembelajaran. Seperti layaknya guru mata pelajaran yang lain, memilih sumber belajar dan media pemberlajaran merupakan sebuah kegiatan yang tidak main-main. Sebab hal ini akan erat kaitannya dengan keberhasilan belajar siswa yang secara mudah dapat dikembalikan kepada sejauh mana tuntutan kurikulum dapat dipenuhi. Begitu pula dengan guru mata pelajaran TIK, selain memilih sumber-sumber belajar seorang guru mata pelajaran TIK juga harus memilih media yang akan digunakan dalam implementasi kurikulum mata pelajaran TIK. Pemilihan media ini akan disesuaikan dengan sumber daya yang ada. Sumber daya ini berkaitan dengan kemampuan personal guru serta kemampuan sekolah dalam menfasilitasinya.

skipped kepanjangan

nah karena tidak dibatasi dari sisi softwarenya jadi mendingan kita ajarin yu murid-muridnya pake GNU/linux, trus yang diajarin juga ngak melulu komputer sich, mungkin bisa mulai dari kentongan, bedug, komukasi asap ala suku indian kayaknya menarik juga tuch.

Oh ya masalah judul ia menyarankan untuk tidak menngunakan sopwer curian bajakan dan sebuah analogi bagus disodorkan katanya beginih :

Senakal-nakalnya sopir angkot, mereka tika akan mau mencari rejeki untuk menafkahi anak istrinya dengan menggunakan angkot curian.

Apakah kita juga akan mendidik anak kita dengan alat/ media curian? Apakah kita akan membiasakan anak kita untuk menggunakan barang curian? Kalau jawabannya โ€œtidakโ€, mari kita legalkan media-media pembelajaran kita. Beli, atau gunakan Open Source.

thx to : Sugeng Budi Setiono

[upadates]

maaf ada yang kelewat abis panjang banget sich :

Penulis tidak mengharamkan kita untuk menggunakan Windows, atau menganjurkan untuk menggunakan Linux. Semuanya berpulang kepada diri kita masing-masing. Bagi yang sudah terlanjur terlena dengan kemudahan yang ada di Windows, silahkan saja teruskan menggunakan Windows. Legal atau tidaknya software yang anda gunakan adalah lain hal. Hanya saja untuk anak-anak kita yang belum terlanjur kecanduan produk-produk Microsoft, alangkah baiknya jika kita kenalkan sistem operasi maupun program-program aplikasi yang lebih menantang dan tidak memanjakan.

~ oleh kangguru pada April 4, 2007.

30 Tanggapan to “Jangan Biasakan….”

  1. itulah salah satu yang sering luput dari perhatian.
    kurang lebih ini adalah kelanjutan dari salah satu ajaran kita kepada anak.
    jangan mencuri!

    @ivan
    kadang mulut bilang jangan mencuri eh kenyataannya software yang digunakan hasil curian semua

  2. itulah salah satu yang sering luput dari perhatian.
    kurang lebih ini adalah kelanjutan dari salah satu ajaran kita kepada anak.
    jangan mencuri!!

  3. Wah, kapan ya saya bisa menggunakan software legal sepenuhnya. Jadi semangat lagi belajar Linux nih.

    @doeytea
    sama kang saya juga belum bisa sepenuhnya legal nich

  4. Make Bandit juga, Pak Dhe, ngisi komennya nih…

    Sebaiknya di sekolah-sekolah diajarin Linux saja dan Open Office. Kalau yang bikinan MS sih nanti bisa sendiri, nggak usah diajarin.

    @kang kombor
    setuju kang cuman sayangnya saya bukan penguasa lab komp di sekolahku, pengennya sich itu semua komp yang ada di sekolahku di format ulang pake slackware tapi guru komp nya protes ngak bisa makenya halah

  5. tambah..jangan beri anak kita barang haram..hasil korupsi

    @anung
    bener nung, kalo barang haram sih bukan hasil korupsi aja nung

  6. hidup gratisan dan opensource. Pernah ada pengalaman pakai GIOS produk anak negeri nggak ? Bilangnya lumayan bagus pak, cuman saya belum pernah nyoba
    @cakmoki
    IGOS Bagus juga cuman saya rasa kurang di supportnya

  7. saya sekarang sudah pakai ubuntu ikutan pa urip tapi saya masih pakai 2 OS

    @jokotaroeb
    pengalaman saya dulu begitu cuman lama-lama kepepet sama ruang harddisk jadi win$ di format tuch sekarang pake single slackware untuk notebook bekas saya

  8. wahh.. saya masih belum bisa menuju single os pakk..
    *ngikutin kangguru* skipped kepanjangan..

    tapi sekang ini yang bajakan bisa ditekan menjadi 1 doang cuma wind**snya aja.. selebihnya nyari yang freeware kalo ga pake yang trial *walau banyak keygennya*
    @clukindahose
    mudah-mudahan bisa turut nyumbang rating indonesia Ke BSA biar ngak di cap perompak hehehhe

  9. tapi kebayang susahnya ya pak.. misalnya di bidang hiburan, coba maen PS atau game komputer yang baru (gamenya game bajakan), merajalela penjualnya dan juga pembelinya

    @grandiosa12
    sama pak susah di notebook butut saya aja masih bertebaran mp3 illegal halah

  10. kalau ada yang gratis kenapa musti bayar ?

    kalau kuat bayar kenapa milih gratis .. ?

    @junthit ya ngak kenapa-napa cuman usahain be legal aja

  11. bagi saya simpel aja…tidak semua pengguna windows adalah kriminal…dan windows bukan mengajari orang untuk menjadi kriminal…dari surat diatas terlihat artikel yang sangat tidak obyektif, terlalu menyerang salah satu system operasi…

    saya ambil contoh, vcd filem Titanic yang banyak dijual bajakannya di emper toko, apakah kita larang anak kita nonton filem itu hanya karena filem itu banyak yang bajakannya?…dan menghakimi bahwa dengan membiarkan anak kita menonton filem itu maka kita mengajari anak menjadi pencuri?…padahal kita mampu membelikan vcd original filem tersebut?…

    saya bukan orangnya microsoft cuma mencoba untuk berfikir obyektif, di windows pun sebenarnya banyak bertebaran program open source dan freeware…so open source bukan monopoli linux dan turunannya…

    saya hanya mengajak penggiat open source khususnya linux dan closed source untuk saling mengisi kekurangan masing masing dengan bekerja sama…bukan saling menjelekan dan menjatuhkan masing masing…

    @imcw
    makasih advisnya dok, nampaknya sekarang ini mikrosoft juga sudah merangkul opensource, teman saya sich sebenernya ngak ngelarang menggunakan windows cuman dia ngak suka sekolah menggunakan software bajakan, mungkin ada bagian penting yang terskipped sama saya nanti di update,
    btw, terima kasih dah mampir dok

  12. pilihan sulit..
    ortunya (ato sekolah) udh terbiasa pake windows, gak bisa pake linux… masa’ nunggu ortu/guru belajar linux dulu abis itu baru anak (didik)nya diajarkan ttg komputer??
    ato ortu/guru barengan blajar pake linux??
    lucu dong.. itu sih bukan guru namanya.. klo sbg ortu masih mending lah.. hehehe…

    menurut aku yg terbaik adalah memberi penjelasan ttg alasan kenapa pake bajakan, dan mana jalan yg lebih baik dijalankan oleh anak didik..๐Ÿ˜‰

    @orido
    bertahap mungkin gurunya dulu belajar, tahun depan muridnya diajarin, kan ngak selalu guru lebih pinter dari muridnya heheheh alesan

  13. iya sih, tapi…๐Ÿ˜ฆ
    masih seneng nongkrong di jendela!

    kade ach lebet angin, nongtot jodo hehehehhe

  14. […] Blog Blog ilmuwan babaturan sayah yang tergerak hati oleh kontroversi tata surya itu, ada Blog guru tetangganya mertua saya yang tertohok oleh software media pembelajarannya, ,ada Blog tetangga sholihah yang […]

  15. Mencuri??
    Kadang juga ga sadar bahwa kita sedang melakukan hal itu…
    Betapa tidak fasilitas dan tetek bengek yang digunakan dan itu merupakan fasilitas kantor kita gunakan bukan karena kedinasan juga mencuri…??
    Hanya Tuhan yang tau….

    sukur jang ari sadarmah

  16. waks…
    saya sudah terlalu terbiasa menggunakan produk2 microsucksoft!

    soalnya saya banyak pakai software2 yang cuma bisa di run di jendelas, hm…. harus benar2 ganti nih, btw mau nambah hardisk dulu ach..cuma tinggal nyisa 2 G nih, kebanyakan nyimpen banner,,wekekeke

    kakakak bener-bener bandar banner

  17. Waduch…langsung gak bisa komentar nich Kang๐Ÿ˜€

  18. Hatur nuhun pisan ka Away, tos ngemutan deui kanu sagalana.

    Iraha urang bisa siap kanu sagalana lamun teu di usahakeun ti ayeuna????? (PR nu kacida Ageungna kuer urang sarerea)

    ih . . . meni nyunda pisan . . .

    GEULEUH AH . . . ! ! !

  19. matur nuwun dah diingetin. baru pertama kali mbaca komentar sedulur sekalian,asyik juga

  20. Aku dulu pernah install kubuntu, tapi hardiskku keformat ;( hiks.
    Kalo pake linux gampang sih aku mau.
    Ada gak linux yang gampang? gampang nginstall program, dan juga gampang pemakaian. Semoga saja suatu saat ada.

  21. Waduuh menohok pisan, kang tulisannyah. Rumaos masih banyak anu ilegal di komputer. Os n aplikasi office mungkin tiasa diakalan, tapi MP3 ……aduh heneg, kang. (lieur2…abdi yeuh, pak guru)

  22. yah habis gimana lagi kang, kita kan sudah terbiasa pake’ windows, jadi windows asli atau palsu kan sudah tidak diperdulikan orang lagi! yang penting tancap terussssss.
    make’ Linux ato IGOS juga sebenarnya gak masalah, tapi masalah kompatibel software dan hardware itu yang jadi masalah. sperti IGOS memang bagus tapi waktu ngebaca harddisk berformat NTFS masih gak bisa dikeanali, tul kan ???
    sekian dulu celoteh saya yang kurang lebar ini !!

    menulis ke ntfs memang masih sedang dikembangkan tunggu aja bentar lagi

  23. Dulu di MetroTV ada yang komentar gini “OpenSource itu bukan berarti barang gratis (freeware)” Aku jadi bingung. Apa yang dimaksud itu sourcenya bebas, tapi belum tentu gratis gitu ya? Ato gimana ya????

    Kalo menurut Om RMS freeware konotasinya hampir sama dengan kebebasan berbicara, memang banyak software yang Open Source tapi berbayar, cuman pasti ada versi yang ngak bayar, seperti Redhat enterprise berbayar kan ada fedora yang gratis CMIIW

  24. Nangis…. ubuntu masih cuma gaya2an

  25. gaya2an biar saya keliatan linuxer gitu. Padahal selama ini masih kesuliatan dengan jurus2 yang harus dikuasai terkait drivers..

    @ichsanmufti
    mudah-mudahan ini siatif untuk buat driver dapat dukungan vendor

  26. Ooo…. gitu toh.
    Makasih ya penjelasannya.

  27. hmm, gak pake MS Windows ternyata enggak ‘kiamat’.

    rutinitas ‘defrag’ ato bersih2 virus tak perlu lagi dilakoni.

    viva pak guru!

    @axireaxi
    kalo ada yang gratis ngapain cari yang mahal

  28. yap, betul pak kita sebisa mungkin harus menghindarkan barang curian bagi anak-anak kita cukuplah dosa pembajakan ada pada diri kita ( yang ngebajak lho )….

  29. kelupaan pak ijin nulis alamatnya pak guru di blog saya (telat sih ijinnya) hehehe

    @abuanas
    lha wong saya masuk blog sampean juga ngak izin dulu je

  30. Kapaan saya bisa Ubuntu.. pas install buntu terus pengetahuanku…๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: