Guru oh guru

Guru merupakan faktor utama jika kita membicarakan pembangunan dalam sektor pendidikan yang pada gilirannya akan menjadi dasar dalam pembangunan Nasional. Sistem pembinaan guru bukan hanya soal banyaknya guru yang di latih tetapi juga harus memperhatikan kualitas dari pelatihannya. Kuantitas dan kualitas guru merupakan dua elemen yang secara langsung berpengaruh terhadap kekuatan pembangunan sektor pendidikan di Indonesia. Dengan kata lain kekuatan dan kualitas pendidikan di Indonesia dapat dilihat langsung dari kuantitas dan kualitas guru. Karena hal tersebut guru menjadi faktor utama dalam pembangunan suatu negara. Semakin serius suatu pemerintahan membangun negerinya maka semakin penting posisi guru di negeri tersebut.

Guru berperan penting dalam menentukan tahapan pembangunan dalam suatu negara dari satu generasi ke generasi berikutnya.Setiap kali kita berbicara soal pendidikan maka secara langsung kita berbicara soal masa depan bangsa. Dalam dunia pendidikan kita tidak dapat berbicara satu dua hari kedepan, atau satu tahunan dua tahun kedepan, setidaknya kita berbicara untuk rentang waktu satu generasi. Kita mempersiapkan anak-anak kita untuk memasuki kehidupannya dimasa yang akan datang.
Status sosial guru berhubungan erat dengan kesejahteraan guru. Tingkat kesejahteraan yang tinggi akan memberikan status sosial yang tinggi dalam suatu komunitas. Sebaliknya, beranjak dari tingkat kesejahteraan guru yang rendah status sosialnya tidaklah tinggi. Situasi ini berbeda dengan apa yang dialami oleh profesi lain. Penghormatan yang tinggi terhadap profesi guru karena peran pentingnya dalam dunia pendidikan tidaklah menjadi jaminan untuk mendapatkan tingkat kesejahteraan yang tinggi.Gaji guru diperkotaan tidaklah mencukupi untk membiayai biaya hidup yang tinggi. Seacara nominal penghasilan guru jauh lebih kecil dari penghasilan tipe profesi lain di daerah perkotaan. So jadi guru ya harus rela untuk mengencangkan ikat Pinggang

~ oleh kangguru pada Agustus 2, 2007.

38 Tanggapan to “Guru oh guru”

  1. Karena itu seharusnya guru harus banyak ditraining, biar mantap ilmu dan mentalnya. Kalo dibandingin ama pegawai swasta, pegawai negeri jarang ada training. Padahal penting banget. Seharusnya tambah lagi porsi trainingnya, biar kualitasnya bertambah🙂

    @agam
    training sich banyak cuma pas kembali ke sekolah ruang inovasi guru menjadi sangat tersita dengan tingkat kebutuhan rumah tangga jadi ya gitu deh….🙂

  2. tapi banyak juga guru yang secara tidak langsung mengajarkan kita untuk korupsi

    @ayahshiva
    iya ya koruptor juga kan hasil pendidikan ya pak

  3. “Semakin serius suatu pemerintahan membangun negerinya maka semakin penting posisi guru di negeri tersebut.”

    ———–
    semakin tidak serius, yaa semakin banyak guru tak terurus… kejam nian ya “pemerintah”

    @Pak Kurt
    heheheh kejam sich tidak cuma dholim kali heheheheh

  4. 😀
    saya juga sebenarnya kuliah di keguruan
    Hidup Guru!

    @Neo
    ya guru harus hidup meskipun dalam segala keterbatasan

  5. Setuju Pak. Contoh Malaysia. Visi Perdana menteri-nya untuk menjadikan Malaysia sebagai negara yang disegani diperingkat antarbangsa membuat negara itu membenahi sektor pendidikannya. Karena dari sana lah diharapkan dapat tumbuh generasi yang berilmu pengetahuan, berdaya saing, mempunyai pemikiran yang kreatif dan kritis, serta ber-iman.

    @Bu Enggar
    kayaknya di negeri kita lokomotif pembangunannya masih ekonomi + politik driven ya bu

  6. siapapun pemerintahnya, masalah kesejahteraan guru tidak pernah berubah…inilah negeriku oh negeri acakadut…

    @dok IMCW
    ya begitulah negeriku, negeri bukan untuk para guru

  7. Saya mah masih bingung mau memperbaiki pendidikan dari mana dulu. Dari kesejahteraan guru, dari pendidikan guru, dari kualitas guru atau anggaran pendidikan. Menurut saya penghasilan guru harus dinaikkan dulu sampai guru bisa memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan serta kebutuhan untuk pendidikan anak-anaknya. Jumlahnya bisa berbeda-beda tergantung daerahnya. Kemudian baru ada insentif tambahan untuk memberikan motivasi bagi guru berkinerja baik. Setelah itu baru bicara yang lain-lain (wah, kalau diteruskan komennya bisa panjang juga nih). Yang jelas saya mendukung gaji guru naik (soalnya istriku guru juga sih🙂 )

    @kang Doey
    ada sich niat naikin gaji guru cuman kalo gaji guru naik mesti banyak syaratnya, ngak kaya naikin gaji anggota dewan YTH :-))

  8. jadi guru… dukung guru… bela guru… hidup guru… all about 4 guru

    @sahabatguru
    All about 4 guru hmmmm masih mimpi kayaknya…

  9. Guru oh… Guru….

    Adakah seorang yg bisa menjadi pintar tanpa bantuan para Guru ?
    Sumber dan inspirasi : MNC Jp/seputar Indonesia RCTI, dan beberapa sit/blog yg membantu. termasuk jg YM yg telah mengijinkan saya chat di jam 4 pagi.
    and buat yg terkena tb, desainer, yg …

  10. kok bisa ampir sama persis ya ???
    saya terkejut liat judulnya hehehe… 🙂

    @telmark
    benar-benar kebetulan tanpa kesengajaan

  11. wah, guru bicara guru…

    @antogirang ™
    heheh guru ya ngomongin guru lagi to

  12. Kesejahteraan guru tidak hanya berpengaruh terhadap status sosial saja, tetapi juga bisa berpengaruh terhadap kinerja guru (asal sistem pemberian kesejahteraan tepat).
    Seandainya benar2 diterapkan sistem kredit yang tepat untuk prestasi guru beserta “imbalan” kesejahteraan yang sesuai, maka sangat mungkin kinerja guru akan meningkat

    @deking
    saya melihat banyak guru yang sudah masuk ke tahap apatis kang

  13. Ya memang, keadaan guru di negeri kita belumlah seperti harapan banyak orang (guru).

    Lagi-lagi masalah kesejahteraan yang seringkali merisaukan pikiran guru-guru untuk tampil berkualitas. Harus banyak mikir ini-itu, perlu berpikir keras untuk menghidupi keluarganya, apalagi yang di kota.

    Kalau yang di desa sih saya lihat keadaannya cukup makmur guru-guru itu, selain status sosial yang termasuk tinggi juga sangat dihormati oleh masyarakat sekitar.😀

    @mathematicse
    sayangnya ngak semua guru dipedesaan kang

  14. #13 Seperti di desa saya juga para guru cukup makmur, dihormati dan disegani, disebut oleh anak didiknya dan masyarakat sekitar dengan sebutan Pak Guru.

    Tapi bagaimanapun juga Guru harus bekerja dengan Ikhlas dan alangkah lebih baiknya kalau guru (di kota khususnya) tidak terlalu banyak menuntut.

    * Tapi sesah ketang pami tos berhubungan sareng eusi peujit mah nya kang? :d

    @taryan
    hihihh pabeulit jeung peujit mah tos biasa suku dijieun sirah sirah dijeun suku …jungkir balik kang

  15. So jadi guru ya harus rela untuk mengencangkan ikat Pinggang

    Saya tidak rela !!! Pokoke ™ tidak rela !!!
    Gaji guru harus lebih tinggi dan cukup untuk biaya hidup, beli kendaraan, rumah dan menabung, harus !!!
    Para guru berhak mendapatkan itu sesuai jasa beliau.
    Tanpa itu bagaimana bisa mendidik dengan tenang?

    Usul, bikin komunitas blogger cinta guru.

    Hidup guru !!! *sambil mengepalkan tangan*

  16. Guru adalah sosok yang patut digugu dan ditiru, bila masih ngudag-ngudag tambihan kanggo meser “sangu” kumaha atuh??? Yeuh pamarentah mana tunjangan anu dijangjikeun, yeuh mana janji anggaran 20%?

  17. setuju tuh pak, guru harus bisa mengencangkan ikat pinggang, tapi jangan ikat pinggang orang lain….

    kok di tempat pkl saya, sebuah sma bertarif…. eh bertaraf ding….. ehm dilanjutin….. sebuah sekolah bertaraf internasional, gurunya kok malah suka ngobyek sendiri, malah ada beberapa oknum yang suka nyunat dana buat ICT….. tapi yang nyunat bukan guru ICT-nya, malah guru lain ….

    walah, kalo gitu gimana ya…..

    bingungggggg…

    tambahan. GURU = yen mingGU tuRU

  18. Moga-moga aja nasib guru segera berubah, ya, Kang Guru, Lha wong UU-nya aja jelas dah ada, tinggal meloloskan PP-nya kok ya dipersulit, harus ikut uji sertifikasi lagi. Tapi yang penting mari kita ramai memekik “Merdeka”! Sebentar lagi kan 17-an, tul, nggak, he3x.

  19. Jadi inget dulu waktu kecil, waktu jaman abah uyut adalah seorang guru. Kemana-mana selalu di-elukan, seolah-olah guru adalah sosok yang sangat dipuja, dihormati, dan sebagainya.

    Seiring zaman yang senantiasa terus berkembang, kebutuhan yang semakin meningkat, rasanya pemerintah kurang -untuk tidak menuliskannya sebagai sangat kurang memperhatikan sekali- memperhatikan faktor kesejahteraan seorang guru.

    Bangsa ini dibangun oleh pemuda, pemuda membutuhkan didikan dan atikan, dan lebih dari setengahnya itu adalah peranan seorang guru.

    Banyak yang melamar menjadi guru sebagai bentuk pengabdian pada negara, rasanya kini profesi seorang guru tidak lagi menjadi idola para anak-anak.

    Pahlawan tanpa tanda jasa, … dan tanpa kehidupan yang sangat jauh dari kata berlebihan, selalu kencangkan ikat pinggang.

  20. Guru di GUgu dan di TiRU >>

  21. Bantu dong, komentar dan upload tidak bisa dilakukan di blogku.

  22. Bantu dong, komentar dan upload tidak bisa dilakukan di blogku. Komputernya, jaringannya, atau wp-nya?
    send sms to 081351003060

  23. hidup guru….

  24. […] guru ini bercerita mengenai peran serta sektor pendidikan untuk memajukan pembangunan bangsa. Aku jadi […]

  25. Sepanjang pendidikan dianggap sebagai “kesialan”, sepanjang pengetahuan dan kejujuran dianggap barang langka, sepanjang membaca buku dan belajar adalah perbuatan yang mengisi waktu senggang. Sepanjang sebuah keluarga makan di Mc D sebulan sekali, tapi membeli buku dianggap tanggung jawab pemerintah saja. Sepanjang sebuah keluarga menghabiskan biaya pendidikan kurang dari 10% dari penghasilan keluarga itu….

    Ya… begitulah.
    Saya prihatin dengar cerita penjual buku, seorang yang turun dari mobil bmw batal membeli buku seharga 100 ribu dan kemudian minum di cafe yang segelas kopi seharga 50 ribu.

    Maka sikap itu juga menjalar pada penghargaan kepada mereka yang telah mengajarkan kita untuk bisa hidup lebih layak.

    @pak agor
    Thx pencerahannya pak, sikap hidup dan skala prioritasnya harus diperbaiki ya

  26. Guru oh guru. Kantongnya cekak hidupnya melarat.
    Saya juga calon guru nih. Tapi semoga bukan jadi guru yang bermental preman atau yang berjiwa penghajar. hehe.
    Lam kenal…

  27. for guru : wish u the best
    tapi yang diatas ga berlaku untuk guru2 yang tidak peduli sama siswanya (mau ngerti, kagak, yang penting gw dah ngajar n bulan depan dapet gaji) semprul dah model guru yang beginian.
    salam kenal

    @cool
    yuk salam kenal kembali

  28. Saya kira ada solusi pak, he..

    Tapi ya nasib guru ya begitu itu..

    TTD: Dari anak yang abah mamanya dua-duanya guru SD…

    @mansup
    solusinya ya baru dengan janji hehehhe

  29. untukmu guruku kuucapkan terimakasih sedalam-dalamnya,, karena engkaulah saat ini aku bisa baca dan tulis. berbagai ilmu yang kau ajarkan akan kucoba amalkan sebaik mungkin,,
    jasamu kan kuingat selalu karna ku takkan mampu membalasnya,,,
    untuk bapak yang duduk sebagai wakil rakyat, tolong perhatikan nasib guru, jangan hanya membesarkan perut aja, karena tanpa pak guru dan buguru engkau takkan dapat duduk ditempatmu saat ini. tegakah kau melihat para guru yang telah mendidikmu kalang kabut mencari tambahan penghasilan hanya untuk menyambung hidup.. jika kamu masih tega berarti kamu tak punya hati,,,
    semoga engkau masih perduli terhadap nasib guru, meskipun kutahu kau takkan pernah mau tahu nasib guru…

  30. waduhhhhhhhh

    zaman yang lagi uedan gini, klo ga da guru ????
    apa yang akan terjadi……
    pasti qta smua bakal balik lagi ke zaman prasejarah….
    so…..

    hidup GURU _ GURU at thiz world..

  31. waduhhhhhhhh

    zaman yang lagi uedan gini, klo ga da guru ????
    apa yang akan terjadi……
    pasti qta smua bakal balik lagi ke zaman prasejarah….
    so…..

    pokoke…
    pemerintah qudu angkat nama guru…
    oche…

    peace…

  32. Selama masih “Di gugu lan Ditiru” (dipercaya dan dicontoh), ayo…… maju terus Pak Guru dan Bu Guru ! Saya mendukung……. Percayalah bahwa kelak Gurulah yang akan mendominasi surga….. Betul …….!!!???

    @menk
    Insya Allah jadi nominator surga hahahah

  33. Hmm..tapi gak semua guru loh menghadapi keadaan dimana kesejahteraannya gak diperhatiin..
    Kebetulan nih sy seorang lulusan psikologi yang”kecemplung” menjadi seorang guru SD…Meski berasal dari non kependidikan nih tapi langsung diamanahi buat jadi Walas dan ngajar mata pelajaran..
    Alhamdulilah sy diberi amanah di sebuah sekolah swasta SDIT dengan gaji yang cukup menurut sy
    jadi sekali lagi tergantung gmana kt mempersepsikannya mngkn..
    IDUP GURU!!!!! semangat….

    @chity
    yup Semangat
    IDOEP GURU

  34. assm.allahuakbar….
    selamatkan generasi bangsa dengan perdayakan peran guru, guru sahabat baik ketika kecil,
    bapak dan ibu guru, semoga jasa dan pengorbananmu menjadi amalan yang mengisi kebaikanmu di akhirat nanti.wsm

  35. halo para pejuang tanpa tanda jasa, hidup dan matimu segalanya untuk ilmu. jangan menyerah. maju terus pantang mundur

  36. Pelecehan tehadap guru telah dan sedang dan akan berlangsung!
    Namanya UN (Ujian Nasional). Guru yang merencanakan, melaksanakan KBM. Evaluasi memang dilakukan, tetapi pada akhirnya pemerintah mengambil alih wewenang untuk melakukan tes akhir dengan semena-mena. Bukankah ini adalah pelecehan yang luar biasa yang dilakukan penyelenggara negara? Ini dosa besar! Pola ini harus dirobah, martabat guru harus diakui sebagai pribadi yang berkualitas dan integritasnya mumpuni.
    UN tidak dapat mengukur kualitas pendidikan secara nasional, Sosial, ekonomi, dan budaya setempat sangat menentukan visi dan pendidikan nasional tercapai.
    Pasar (lapangan kerja) yang akan menentukan baik-buruknya lulusan suatu institusi.
    Kalau guru diam saja (tetap saja takut), maka akan semakin terpuruk pendidikan di negeri ini. Oleh karena itu marilah kita menggalang persatuan dan melakukan pendekatan denga para pemegang kekuasaan untuk melakukan perubahan. Masyarakat juga akan mendukung, kalau para guru maju mendobrak palang pintu yang bernama UN.

  37. wah..semangat nya guru2 di seberang. sy bejalar lg.. tp insyalah bila kelua nanti jd guru. harap kt sama2 menjaga martabat cikgu.

  38. […] guru ini bercerita mengenai peran serta sektor pendidikan untuk memajukan pembangunan bangsa. Aku jadi […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: