Oh Ibu dan ayah,
selamat pagi
Kupergi belajar samapai kan nanti
selamat belajar nak penuh semangat
rajin lah selalu tentu kau dapat
hormati gurumu sayangi teman
itulah tandanya kau murid budiman
ps : aku lupa sapa yang ngarangnya???

Oh Ibu dan ayah,
selamat pagi
Kupergi belajar samapai kan nanti
selamat belajar nak penuh semangat
rajin lah selalu tentu kau dapat
hormati gurumu sayangi teman
itulah tandanya kau murid budiman
ps : aku lupa sapa yang ngarangnya???
Pak Harun guru Budi, Budi adiknya Wati, Budi kakak Iwan.
Waktu berjalan cepat hingga suatu saat Pak Harun ditatar tentang sebuah paradigma baru dalam pelaksanaan pembelajaran yang berbasiskan kompetensi. Ya kompetensi yang konon menurut penceramah memiliki tiga aspek yang terangkum dalam satu tindakan nyata.
Akal, hati dan tangan, adalah tiga pilar penopang utama sebuah kompetensi. Akal empatnya kreatifitas, ide dan gagasan bermunculan. Hati adalah kendali untuk mengekang semua ide-ide yang mungkin liar, dari tangan lahir berbagai aktifitas dalam bentuk karya nyata.
Oh ya kali ini Pak Harun mendapat tugas untuk membelajarkan peserta didik tentang :
” Menganalisis pers yang bebas dan bertanggung jawab sesuai kode etik jurnalistik alam masyarakat demokratis di Indonesia.”
setidaknya kalimat diatas tercantum secara eksplisit, dalam sebuah dokumen negara yang bernama kurikulum.
Tugas pak Harun adalah mengejawantahkan kompetensi dasar tersebut kedalamkegiatan belajar di kelas.
Pendek cerita Pak Harun memberi Tugas kepada siswa untuk membuat sebuah tulisan di media massa baik itu lewat media SMS maupun kolom pikiran pembaca. Tidak kurang dari 400 siswa melaksanakan tugasnya dengan baik. Media massa kebanjiran SMS dan pikiran pembaca yang baik yang berbentuk kritik terhadap pemerintah maupun pujian kepada pemerintah.
Sayangnya mungkin ada pihak yang merasa dirugikan oleh tindakan Pak Harun, sehingga konon menurut kabar burung pak harun sempat dipanggil oleh paman Patih, untuk mimintai keterangan soal belajar mengajar, paman Patih berang, hingga memerintahkan pak Harun untuk sowan ke berbagai media yang dikirimi tugas para siswa supaya membatalkan penayangan berita atau kolom pikiran pembaca.
Tak hanya paman Patih yang berang, seprti biasa kalau paman Patih berang, Juragan Adipati juga ikut berang hasilnya Pak Harun di interogasi Juragan Adipati, Pak Harun bingung, apa yang harus dilakukannya. Nah mungkin dari teman-teman yang kesummon oleh kisah fiktif tanpa dasar dan ngak bisa dipertanggung jawabkan ini ada yang bisa membantu pak Harun ???
Ah ini hanya Sepenggal ingatan melayang kesaat belajar membaca di Sekolah Dasar.
Ps : Nama dan tempat hanya fiktif belaka
Menyambut tulisan bang Aip soal sumpah guru, saya jadi pengen malu, sebagai guru yang belum tersertifikasi, masih bego soal kode etik guru, thanks bang dah ngingetin.
Rasanya ketika wisuda dulu dari sebuah padepokan Guru di republik tercinta ini, soal kode etik ini selalu didengungkan dalam suasana syahdu, ketika prosesi wisuda yang masih sakral saat itu seorang wisudawan terbaik, membaca kode etik ini didepan senat guru Besar, kami mengikutinya seperti murid saat pembacaan naskah Pancasila.
Berikut ini hasil kopi pasti dari sini
” Guru Indonesia menyadari, bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa , Bangsa, dan Negara, serta kemanusiaan pada umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada Undang-undang Dasar 1945, turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Oleh sebab itu, Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar-dasar sebagai berikut :
Kalo kode etik diatas dilanggar kira-kira sangsi apa ya yang didapatkan??? dicap mal praktekkah ??? kalo gitu kayaknya masih banyak yang mal praktek dech ….
Kemarin saya ngasih ulangan buat anak kelas 3 SMP, soalnya kira-kira begini :
Sebuah keluarga menggunakan peralatan listrik sebagai berikut :
- TV yang menkonsumsi daya liatrik 60 watt dan dinyalakan selama 8 jam sehari.
- Kulkas lemari es 50 watt terus nyala selama 24 jam sehari.
- Tiga buah lampu @20 watt nyala selama 8 jam sehari.
Jika satu bulan dianggap 30 hari, dan PLN mematok harga Rp. 200/kWh berapakah rekening yang harus dibayar oleh keluarga tersebut???
nah sekarang itung-itungannya :
Total keluarga itu menggunakan listrik sebanyak 2160 watt jam atau 2,16 kwH perhari, sebulan 2,16 x 30 = 64,8 kwH, jadi harus bayar 12960 rupiah saja.
Sayangnya kalo keluarga itu berlangganan listrik dengan daya maksimum 450 VA atau tarif R1 - TR (s.d 450 VA) , keluarga itu tidak dapat subsidi karena kelebihan dari beban maksimum yang 60 kWh menurut skema tarif yang berlaku di PLN sekarang. Beda kalau keluarga tersebut berlangganan dengan tarif R1 - TR (900 VA), yang dapat subsidi bila menggunakan dibawah 92 kWh, jadi kalo pengen dapet subsidi berlangganan lah dengan harga yang lebih mahal
Mumpung lagi libur, upload aja ach
Dah ah segitu dulu enatr disambung lagi kalo masih sempet ![]()
Tahun lalu pernah saya upload panduan Ujian Nasional SMP 2007 di divshare, sayang karena sesuatu hal, divshare ngak bisa berbagi file untuk kawasan asia tenggara.
Kali ini saya kembali Upload hasil ngintip di puspendik, panduan ujian Nasional SMP mata pelajaran:
Untuk SD dan SMA bisa langsung di intip di situs puspendik
atau nunggu saya uplaod.
Eh BTW sementara saya pake jasa baik dari mediafire, kalau ada kesulitan donlod, mungkin teman teman punya usul tempat berbagi file yang baik?
Hiks divshare sebenarnya dah cukup bagus cuman sayang sekarang ngak bisa dipake berbagi file bagi yang punya account gratisan model saya
Gara-diracuni teman yang baik hati, dengan meminjami kamera seperti yang ditulis di tulisan ini dan ini, menderitalah aku sekarang. Racunnya bener bener bekerja sesuai dengan harapan, bahakan kalau dihitung dosis mungkin dah over dosis. Akibatnya ya jadi kayak gini nih…

hehehehhe, Sebagai efek samping yang harus diderita adalah :
Mengingat efeknya cukup menganggu, kayaknya perlu pertolongan medis dari bu Dokter.
Gara-gara dipinjami kamera sama seorang kawan yang berusaha meracuni dengan hobby photografi, ya akhirnya di coba jeprat-jepret sambil petantang petenteng bawa kamera pinjaman.
Lumayan asyik juga petantang petenteng ke halaman dan kebun tetangga, aneka bungan dan satwa saya paksa jadi model
abis ngak punya modal buat bayar model sich.

Ups lensanya kebalik… biarin yang penting bunganya masih merah warnanya

yang ini sedang ngetem menunggu mangsa … hehehhe
Sebaiknya jangan di klik Jangan di Klik
Ternyata saya tidak termasuk guru yang efektif, setidaknya ini menurut daftar isian yang diberikan oleh Vesna Nicolic dan Hanna Cabaj, damn kedua orang itu menelanjangi saya dengan daftar isian sebanyak 249 halaman.
Buku ini dibuka dengan pertanyaan ” Apakah saya mengajar dengan baik? ” pertanyaan sederhana , namun bisa panjang ceritanya kalau dikaitkan dengan kegiatan sertifikasi guru yang lagi marak belakangan ini. Dalam bab “ On The Road to Exellence Vesna mengutip pendapat Freeman tentang tingkatan guru seiring perkembangan pengalamannya dalam mengajar, Freeman berpendapat untuk guru novice akan berkutat dengan pertanyaan, “Apa yang akan saya ajarkan? … ini sich gue banget hehehehheh.
Sejalan dengan pengalaman mengajarnya akan timbul pertanyaan “Bagaimana saya mengajar?”, itu juga kalo gurunya mau ngaca… ngaca… ngaca. mudahan-mudahan eksplorasi dari pertanyaan itu terus berlajut dengan jawaban tentang aneka teknik, metode dan strategi yang jitu. Sejitu kode togel mbah google.
Nah tahap akhir akan sampai pada pertanyaan “Mengapa saya mengajarkan topik itu, dan mengapa dengan cara ini? “ sayangnya menurut Freeman tidak ada magic formula untuk menjawab pertanyaan itu. Masih diperlukan upaya panjang untuk terus memperbaiki diri.
Mungkin kalau digambarkan aku jadi seperti gambar ini :
Gambar diambil dari buku nya Vesna
Mengajar masih gebyah uyah, disakompet daunkeun (sunda) semua siswa dianggap sama, sehingga apa yang diceritakan secara gamblang oleh Bang Tajib di sini memang sangat mungkin terjadi … Dah ach kalo anda mau mengisi Lembar kerja Guru yang 249 halaman itu silahkan di unduh disini ukuran filenya sekitar 8,61 MB.